Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum <p><strong>Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora [</strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220909021197432"><strong>e-ISSN 2962-0120]</strong></a><strong> | DOI 10.57248] </strong>is intended to develop itself as a pioneer journal in social sciences and humanities. Starting from the year 2022, it publishes all papers in English and Indonesian. Areas relevant to the scope of the journal include Social Sciences, Education, Media and Communication studies, Law, Tourism, Arts and Culture, Linguistics, Literature and Philosophy.</p> CV Insan Kreasi Media en-US Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2962-0120 Ritual Pasrah dan Simbolisme Seratan Winadi dalam Membentuk Pengalaman Spiritual Penghayat Sumarah Purbo di Bantul https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/771 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam praktik pasrah, fungsi simbolik Seratan Winadi, dan pengalaman spiritual para pengikut dalam aliran kepercayaan Sumarah Purbo di Wijirejo, Bantul. Penelitian ini secara khusus berfokus pada penjelasan mengenai pasrah sebagai proses aktif pengolahan batin, peran Seratan Winadi sebagai sistem simbol yang menciptakan suasana sakral, serta pengalaman spiritual yang muncul dari pertemuan harmonis antara ritual dan simbol. Metode yang digunakan merupakan pendekatan kualitatif dengan menggabungkan etnografi dan fenomenologi, yang dianalisis berdasarkan kerangka antropologi simbolik Clifford Geertz untuk melihat bagaimana simbol membentuk suasana batin. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, penelitian dokumen komunitas, dan interpretasi makna dengan pendekatan simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasrah menjadi inti dari seluruh latihan spiritual yang mampu menumbuhkan ketenangan, kejernihan perasaan, serta kedewasaan batin para pengikut melalui mekanisme penyadaran diri yang hening atau ngempet rasa. Seratan Winadi, yang terdiri dari unsur seperti lampu, air, bunga, dan jajan pasar, berfungsi sebagai alat simbolik yang menciptakan suasana hening serta memperkuat proses pendalaman batin tanpa dianggap sebagai sesajen untuk memohon berkah. Pengalaman spiritual yang muncul, seperti rasa tenang (tentrem rasa), kelegaan batin, intuisi halus, dan perasaan berkembang, merupakan hasil dari latihan pasrah yang dilakukan secara berkelanjutan serta dukungan kuat dari simbol-simbol dalam Seratan Winadi. Temuan ini menegaskan bahwa Sumarah Purbo membangun sistem spiritual yang berdasarkan kesatuan antara ritual, simbol, dan pengalaman batin, sehingga memperkaya pemahaman tentang praktik kepercayaan lokal Jawa sebagai bentuk pengetahuan budaya yang diwariskan melalui latihan batin yang disiplin.</p> Maulidia Dhuryati Piala Bora Copyright (c) 2026 Maulidia Dhuryati Piala Bora https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-25 2026-03-25 4 3 391 404 10.57248/jishum.v4i3.771 The Role of Female Journalist in Disaster Education in Aceh and North Sumatra https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/786 <p>Aceh and North Sumatra are among Indonesia’s most disaster-prone regions due to their geographical and climatic conditions. Frequent disasters have triggered humanitarian crises that affect social, psychological, and human security conditions. In this context, the media plays a strategic role in disaster education and in shaping public awareness. From an International Relations perspective, journalists can be seen as non-state actors who contribute to public discourse, promote state accountability, and strengthen human security. This study examines the role of female journalists, particularly Najwa Shihab, in advancing disaster education and public awareness in these regions. Disaster education refers to the dissemination of accurate and context-sensitive information, while public awareness involves fostering empathy, risk understanding, and social responsibility. Using a descriptive qualitative approach, this research relies on literature review and qualitative content analysis. Primary data include interviews, reports, and disaster coverage produced by Najwa Shihab and female journalists, while secondary data are drawn from academic sources. The findings show that female journalists play a significant role in humanizing disaster narratives, amplifying affected communities’ voices, and enhancing public awareness, aligning with both International Relations perspectives and Islamic values on social responsibility.</p> Devi Aghita Arifani Calya Maharani Putri Yuzerman Ida Susilowati Copyright (c) 2026 calya putri yuzerman, Devi Aghita Arifani, Ida Susilowati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-25 2026-03-25 4 3 405 412 10.57248/jishum.v4i3.786 Representasi Stigma dan Pandangan Masyarakat Terhadap Anak Autisme dalam Film Dancing in the Rain https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/789 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi anak dengan autisme melalui karakter Banyu dalam film <em>Dancing in the Rain</em> dan mengeksplorasi pandangan masyarakat terhadap anak dengan autisme. Latar belakang penelitian adalah masih adanya stigma negatif, diskriminasi, dan minimnya pemahaman masyarakat terhadap anak dengan autisme di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika model John Fiske yang terdiri dari tiga tingkatan: realitas (perilaku dan ekspresi tokoh), representasi (teknik sinematografi), dan ideologi (nilai dan pandangan sosial). Data dikumpulkan melalui dokumentasi delapan adegan utama yang menampilkan karakter Banyu, serta studi literatur dari jurnal dan buku relevan. Hasil penelitian mengungkap tiga bentuk persepsi negatif masyarakat: (1) stigma bahwa anak dengan autisme 'tidak normal', (2) diskriminasi dalam bentuk larangan berteman dan perundungan, (3) penolakan dari keluarga dan lingkungan sosial. Film juga menggambarkan beban sosial yang dialami orangtua dan teman dekat anak dengan autisme. Film menggunakan teknik <em>medium shot</em> dan <em>eye-level angle</em> untuk menciptakan empati tanpa dramatisasi berlebihan. Pada level ideologi, film menampilkan dua pandangan kontras: stigma dan diskriminasi versus penerimaan inklusif, dengan menekankan bahwa persahabatan sejati melampaui keterbatasan fisik. Kesimpulan penelitian ini adalah film <em>Dancing in the Rain</em> berhasil merepresentasikan autisme secara akurat dan mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih inklusif terhadap anak dengan autisme.</p> Amanda Nur Khoiriyah Copyright (c) 2026 Amanda Nur Khoiriyah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-26 2026-03-26 4 3 413 426 10.57248/jishum.v4i3.789 Strategi BNN Kota Batu dalam Pemberdayaan Alternatif sebagai Upaya Pencegahan Narkoba di Wilayah Rawan Narkoba https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/792 <p>Penelitian ini menganalisis strategi Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam mengimplementasikan Program Pemberdayaan Alternatif (Dayatif) sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Desa Bulukerto, Kota Batu. Dayatif merupakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pengurangan faktor risiko penyalahgunaan narkoba melalui penguatan kapasitas ekonomi, sosial, dan keterampilan hidup (<em>life skill</em>) berbasis potensi lokal. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan memetakan potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) serta menganalisis faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) dalam pengembangan program pemberdayaan alternatif berbasis lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi yang melibatkan pihak BNN serta perangkat Desa Bulukerto. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengkaji potensi, kerentanan, dan strategi intervensi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Bulukerto memiliki potensi ekologis dan ekonomi yang signifikan, seperti sektor pertanian, pengembangan ekowisata, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, yang dapat menjadi basis pemberdayaan alternatif. Namun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan kapasitas SDM, kerentanan ekonomi, serta risiko peredaran narkoba. Berdasarkan analisis SWOT, strategi penguatan <em>life skill</em> dirumuskan secara kontekstual melalui pelatihan kewirausahaan, pengembangan keterampilan produktif, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Integrasi antara pemetaan potensi desa dan penguatan kapasitas individu ini menjadi fondasi dalam membangun ketahanan sosial masyarakat sebagai langkah preventif yang berkelanjutan terhadap kerawanan narkoba.</p> Audina Ayu Nur Cahyanti Copyright (c) 2026 Audina Ayu Nur Cahyanti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-27 2026-03-27 4 3 427 440 10.57248/jishum.v4i3.792 Deconstructing Aestheticism in Oscar Wilde’s The Picture of Dorian Gray https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/779 <p>This analysis of Oscar Wilde's <em>The Picture of Dorian Gray</em> using an aestheticism approach and decadence theory. This study aims to analyze the representation of aestheticism influenced by the thoughts of Walter Pater and the concept of decadence rooted in the ideas of Charles Baudelaire through the main character Dorian Gray. The method used is a descriptive qualitative analysis of the elements of characterization and symbolism in the novel. The analysis shows that Dorian Gray represents the extreme application of aestheticism, placing beauty, youth, and pleasure as the main goals of life without considering the moral consequences. The separation between Dorian's body, which remains beautiful, and the portrait that bears the inner decay becomes the main symbol of the paradox of aestheticism. From the perspective of decadence, Dorian's life reflects the decline of moral values, the excessive pursuit of pleasure, and the state of "spleen" in the form of boredom and existential emptiness. This study concludes that <em>The Picture of Dorian Gray</em> not only celebrates beauty but also critiques aesthetic life detached from ethical values.</p> Nabila Yuliandini Dini Sri Istiningdias Misyi Gusthini Copyright (c) 2026 Nabila Yuliandini, Dini Sri Istiningdias, Misyi Gusthini https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-27 2026-03-27 4 3 441 450 10.57248/jishum.v4i3.779 Analisis Pengaruh Emergency Drill Terhadap Kinerja Kru dalam Situasi Darurat di MV. Wisdom Glory https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/668 <p>Crew performance emergency drill is a structured exercise to test the crew’s readiness and coordination during emergencies (fire, evacuation, medical incidents, hazardous material spills, etc.). It focuses on evaluating response speed, procedural accuracy, radio communication, proper use of PPE, leadership, and accurate headcounts. This study aims to analyze the impact of emergency drills on crew performance in handling emergency situations aboard MV <em>Wisdom Glory</em>. The research is grounded in the <em>Safety of Life at Sea</em> (SOLAS) 1974 Chapter III Regulation 19, which requires all seafarers to regularly participate in emergency training to ensure maritime safety. However, field observations indicate several challenges in implementation, including the vessel’s tight operational schedule and limited training opportunities for newly joined crew members. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through direct observation, questionnaires, and documentation during the researcher’s assignment as Third Officer on MV <em>Wisdom Glory</em>. Data analysis was conducted using the Miles &amp; Huberman model with triangulation to validate the findings. The results reveal that the implementation of emergency drills onboard has met several administrative aspects. Training frequency reached 66.7%, and crew participation was recorded at 77.8%. Nevertheless, only 22.2% of crew members felt the drills realistically reflected actual emergency conditions. Observations further showed delays in donning fireman outfits and launching lifeboats, which may reduce the effectiveness of emergency response. Overall, emergency drills positively influence crew preparedness in emergency situations, yet the quality of execution still requires improvement. Realistic training scenarios, alignment of drill schedules with ship operations, and introductory training for new crew members are recommended. This study is expected to contribute to enhancing maritime safety through more effective, adaptive, and sustainable emergency drills.</p> Adrian Dyca Zandyca Ari Sriantini Nyoman Ardiana Listriyawati Copyright (c) 2026 Adrian Dyca Zandyca, Ari Sriantini, Nyoman Ardiana Listriyawati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-02 2026-04-02 4 3 451 458 10.57248/jishum.v4i3.668 Pesta Panen Sebagai Ungkapan Rasa Syukur dan Tradisi Turun Temurun Masyarakat https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/803 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pelaksanaan serta makna simbolik tradisi pesta panen pada masyarakat Desa Togomangura, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai praktik dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut. Informan dipilih secara purposive, meliputi aparat desa, tokoh masyarakat, dan petani. Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama pelaksanaan pesta panen, wawancara mendalam, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pesta panen terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan inti, dan penutup. Tahap persiapan diawali dengan musyawarah antara pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat untuk menentukan waktu, pembagian tugas, serta bentuk kegiatan. Tahap ini mencerminkan nilai demokrasi lokal, kebersamaan, dan kesepakatan kolektif. Pada tahap pelaksanaan, masyarakat secara kolektif menyiapkan makanan tradisional yang dibawa ke masjid untuk doa bersama. Kegiatan ini mengandung makna kesakralan, ungkapan syukur kepada Tuhan, serta simbol solidaritas sosial. Sementara itu, tahap penutup ditandai dengan kegiatan membersihkan kampung yang melambangkan pemulihan keseimbangan dan keharmonisan lingkungan. Dengan demikian, tradisi pesta panen tidak hanya berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial serta menjaga hubungan harmonis antara manusia, masyarakat, dan lingkungan.</p> Amniar Ati Septianto Aldiansyah Fitriyani Saudi Nur Nasanah Sitti Kasmiati Copyright (c) 2026 Amniar Ati, Septianto Aldiansyah, Fitriyani Saudi, Nur Nasanah, Sitti Kasmiati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-08 2026-04-08 4 3 459 472 10.57248/jishum.v4i3.803