Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum
<p><strong>Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora [</strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220909021197432"><strong>e-ISSN 2962-0120]</strong></a><strong> | DOI 10.57248] </strong>is intended to develop itself as a pioneer journal in social sciences and humanities. Starting from the year 2022, it publishes all papers in English and Indonesian. Areas relevant to the scope of the journal include Social Sciences, Education, Media and Communication studies, Law, Tourism, Arts and Culture, Linguistics, Literature and Philosophy.</p>CV Insan Kreasi Mediaen-US Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora2962-0120Metafora Konseptual Cinta sebagai Ledakan Energi dalam Lirik Lagu ‘SUPA DUPA LUV’ karya Babymonster
https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/876
<p>Metafora konseptual merupakan mekanisme kognitif yang produktif dalam mengungkapkan emosi abstrak, termasuk cinta, dan kehadirannya sangat menonjol dalam lirik lagu K-pop sebagai wacana budaya populer global. Penelitian ini mengkaji metafora konseptual dalam lirik lagu “<em>SUPA DUPA LUV</em>” karya Babymonster (2025) dengan fokus pada konseptualisasi cinta sebagai ledakan energi. Tujuan penelitian adalah: (1) mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bentuk ekspresi linguistik yang mengonseptualisasikan cinta sebagai ledakan energi, (2) menginterpretasikan mekanisme pemetaan konseptual (<em>conceptual mapping</em>) dari ranah sumber ledakan energi ke ranah sasaran cinta, serta (3) mengungkap fungsi skema citra (<em>image schema</em>) ledakan energi dalam merekonstruksi makna emosi cinta yang intens di era modern. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik kognitif, khususnya Conceptual Metaphor Theory (CMT) yang dipelopori oleh Lakoff dan Johnson (1980). Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), dengan sumber data berupa lirik resmi dari platform Genius.com dan situs YG Entertainment (2025). Analisis data mengacu pada model CMT Lakoff dan Johnson serta teori konseptualisasi emosi Kovecsez (2000). Hasil analisis mengidentifikasi lima data ekspresi metaforis yang menunjukkan mekanisme pemetaan lintas ranah secara sistematis. Ranah sumber yang digunakan meliputi onomatope auditori ledakan (“boom, boom, boom”), ambang batas pelepasan energi (“I’m ’bout to explode”), overload kapasitas sensorik (“How can I feel more than this?”), Disrupsi kognitif (“I don’t know”) dan magnitudo intensitas tinggi (“supa dupa love”). Temuan menunjukkan bahwa skema citra yang bekerja secara dominan adalah skema wadah (Container Schema) dan skema kekuatan (Force Schema), yang bersama-sama memetakan tubuh dan pikiran manusia sebagai wadah yang mengalami tekanan internal masif akibat daya pikat cinta yang ekstrem. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian semantik kognitif terhadap teks populer K-pop serta menegaskan adanya pergeseran estetika metafora cinta dari yang konvensional-melankolis menjadi aktif, energik, dan destruktif-adiktif dalam budaya populer modern.</p>Maria ValentinaNurfithri
Copyright (c) 2026 Maria Valentina, Nurfithri
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-09-252026-09-25511910.57248/jishum.v5i1.876Modeling Teman Sebaya, Keluarga, dan Lingkungan Sosial dalam Pembentukan Perilaku Merokok Remaja Perspektif Bandura
https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/886
<p>Perilaku merokok pada remaja masih menjadi permasalahan yang kompleks karena dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan personal yang saling berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pembentukan perilaku merokok pada remaja berdasarkan perspektif <em>Social Learning Theory</em> Albert Bandura melalui pengalaman hidup dan narasi remaja sebagai perokok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif untuk mengeksplorasi pengalaman informan dalam mengenal, mencoba, hingga mempertahankan perilaku merokok. Subjek penelitian terdiri atas lima remaja perokok yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku merokok pada remaja terbentuk melalui proses pembelajaran sosial yang berlangsung secara bertahap. Proses tersebut diawali dengan <em>observational learning</em>, yaitu pengamatan terhadap perilaku merokok yang dilakukan oleh keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sosial, yang kemudian memunculkan rasa penasaran hingga mendorong remaja mencoba merokok. Selanjutnya, proses <em>modeling</em> memperkuat perilaku tersebut melalui peniruan terhadap figur yang dianggap dekat dan berpengaruh, terutama teman sebaya. Motivasi merokok dipengaruhi oleh keinginan untuk diterima dalam kelompok pertemanan, keinginan terlihat lebih dewasa, serta kebiasaan yang terbentuk melalui interaksi sosial yang berulang, sedangkan <em>self-efficacy</em> menentukan kemampuan remaja dalam menolak maupun mempertahankan perilaku merokok. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pembentukan perilaku merokok merupakan hasil interaksi timbal balik antara faktor personal, lingkungan, dan perilaku (<em>reciprocal determinism</em>). Kontribusi penelitian ini terletak pada penyajian proses pembentukan perilaku merokok sebagai rangkaian pengalaman naratif remaja yang memperlihatkan keterkaitan antara <em>observational learning</em>, <em>modeling</em>, motivasi, dan <em>self-efficacy</em> dalam satu kerangka <em>Social Learning Theory</em>, sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika perilaku merokok remaja sebagai dasar pengembangan layanan bimbingan dan konseling serta program pencegahan yang lebih kontekstual.</p>Firyaal Adfiyah FatinMelina Lestari
Copyright (c) 2026 Firyaal Adfiyah Fatin, Melina Lestari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-09-252026-09-2551102610.57248/jishum.v5i1.886Pengaruh Komunikasi Internal terhadap Standar Operasional Prosedur dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan di Eve Beauty Klinik Kelapa Gading
https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/870
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi internal terhadap kepatuhan terhadap prosedur operasi standar (SOP) dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Eve Beauty Klinik Kelapa Gading. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masalah komunikasi internal, termasuk kurangnya kejelasan dalam menyampaikan prosedur operasi standar (SOP) layanan, interaksi terbatas antara supervisor dan karyawan, kurangnya umpan balik terhadap kinerja karyawan, dan miskomunikasi dalam proses pelayanan pelanggan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi korelasional kuantitatif dengan menggunakan teknik survei dan data dianalisis menggunakan SPSS Versi 25 sehingga uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data terdistribusi normal tanpa masalah multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa komunikasi internal memiliki pengaruh signifikan secara langsung terhadap kepatuhan terhadap SOP dalam meningkatkan kualitas layanan di Eve Beauty Klinik Kelapa Gading juga data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner skala Likert kepada seluruh 32 karyawan di Eve Beauty Klinik Kelapa Gading dengan menggunakan sampling jenuh..</p>Hilma Putri Amalia
Copyright (c) 2026 Hilma Putri Amalia
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-09-292026-09-2951273610.57248/jishum.v5i1.870Mitos Larangan Memakai Baju Hijau dalam Pelestarian Adat Istiadat dan Nilai Sosial Masyarakat Desa Maguwan di Ponorogo
https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/891
<p>Penelitian ini membahas mitos larangan memakai baju hijau dalam kegiatan adat masyarakat Desa Maguwan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan fenomena larangan tersebut, mengidentifikasi aktor sosial yang terlibat dalam pelestariannya, serta menganalisis makna sosial dan budaya yang terkandung di dalamnya di tengah perubahan zaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan kepala desa dan carik desa, dokumentasi situs sakral, serta analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan memakai baju hijau terutama berlaku pada kegiatan bersih desa, sedekah bumi, pertunjukan wayang, serta ritual di kawasan Beji dan Pesanggrahan. Mitos ini berkaitan dengan figur leluhur Nyai Sekar Gadung dan Nyai Roro Kuning atau Nyai Sri Kuning yang dalam ingatan masyarakat diasosiasikan dengan warna hijau. Larangan tersebut berfungsi sebagai kontrol sosial informal, bentuk penghormatan terhadap leluhur, sekaligus penanda identitas budaya lokal yang memperkuat solidaritas warga. Meskipun modernisasi menghadirkan tantangan bagi pewarisan mitos, keterlibatan generasi muda dan pemanfaatan dokumentasi digital membuka ruang baru bagi pelestarian budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mitos lokal tetap relevan ketika dimaknai sebagai sumber etika sosial, kesadaran sejarah, dan identitas kolektif masyarakat.</p>Muhammad Nauval MaulanaBagus Bima Ariyansyah Nazala Rizky SakinaAndhita Risko Faristiana
Copyright (c) 2026 Muhammad Nauval Maulana, Bagus Bima Ariyansyah , Nazala Rizky Sakina, Andhita Risko Faristiana
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-012026-10-0151374610.57248/jishum.v5i1.891 Penerapan Strategi Terjemahan dalam Dialog Antara Mother-Daughter dalam Film Brave
https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/907
<p>Penerjemahan dialog memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman penonton terhadap hubungan emosional antartokoh, khususnya hubungan mother-daughter dalam film Brave. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi hubungan ibu dan anak perempuan antara Merida dan Queen Elinor dalam dialog terjemahan film Brave serta mengidentifikasi strategi penerjemahan yang digunakan dalam pengalihan makna emosional dialog tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis banding antara teks sumber dan teks sasaran. Sumber data berupa naskah dialog bahasa Inggris film Brave dan subtitle bahasa Indonesianya. Data dipilih secara purposive dan diperoleh 16 pasangan dialog yang merepresentasikan relasi ibu dan anak perempuan, mulai dari relasi yang diatur oleh norma kerajaan, konflik nilai, hingga rekonsiliasi. Data diklasifikasikan ke dalam strategi literal translation, modulation, dan reduction, kemudian dihitung frekuensi dan persentase kemunculannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literal translation merupakan strategi paling dominan dengan 7 data (43,75%), diikuti modulation dengan 5 data (31,25%), dan reduction dengan 4 data (25,00%). Literal translation dominan pada dialog pendek, langsung, dan emosional; modulation muncul pada dialog yang mengandung sindiran, idiom, dan metafora budaya seperti frasa shooting for my own hand; sedangkan reduction digunakan pada dialog panjang dan repetitif yang harus disesuaikan dengan keterbatasan ruang dan waktu baca subtitle. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan dua kajian yang selama ini berjalan terpisah, yaitu kajian strategi penerjemahan audiovisual dan kajian representasi relasi mother-daughter dalam film animasi. Penelitian terdahulu umumnya menyoroti penerjemahan unsur budaya atau membaca relasi Merida dan Elinor dari perspektif gender, tetapi belum menelaah bagaimana pilihan strategi penerjemahan menata ulang tahapan konflik dan rekonsiliasi antara ibu dan anak perempuan di dalam teks sasaran.</p>Elita Feren SaputraSulfah Risna
Copyright (c) 2026 Elita Feren Saputra, Sulfah Risna
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-022026-10-0251476010.57248/jishum.v5i1.907Representasi Identitas Budaya dalam Penerjemahan Culture-Specific Items pada Novel 1984 Karya George Orwell
https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/911
<p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span lang="EN-ZW" style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Cambria',serif;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi identitas budaya melalui strategi penerjemahan <em><span style="font-family: 'Cambria',serif;">Culture-Specific Items</span></em> (CSI) dalam novel <em><span style="font-family: 'Cambria',serif;">1984</span></em> karya George Orwell beserta terjemahannya. Kajian mengenai CSI dalam karya sastra telah banyak membahas klasifikasi unsur budaya dan strategi penerjemahannya, tetapi keterkaitan antara pilihan strategi penerjemahan dan representasi identitas budaya dalam konteks distopia Orwell masih perlu dikaji secara lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan novel <em><span style="font-family: 'Cambria',serif;">1984</span></em> dan teks terjemahannya sebagai sumber data. Data dikumpulkan melalui teknik pembacaan, identifikasi, pencatatan, dan klasifikasi terhadap unsur-unsur budaya yang ditemukan dalam teks sumber dan teks sasaran. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi CSI, mengklasifikasikannya berdasarkan kategori budaya, serta menentukan strategi penerjemahan yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 228 data CSI yang diterjemahkan menggunakan 14 strategi penerjemahan. Strategi <em><span style="font-family: 'Cambria',serif;">literal translation</span></em> merupakan strategi yang paling dominan, dengan 64 data atau 28,07%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pilihan strategi penerjemahan tidak hanya berfungsi sebagai prosedur linguistik untuk memindahkan makna, tetapi juga berperan dalam mempertahankan, menyesuaikan, atau mengubah representasi identitas budaya dalam teks sasaran. Penelitian ini berkontribusi pada kajian penerjemahan sastra dengan memperlihatkan bagaimana strategi penerjemahan CSI dapat memengaruhi konstruksi dan representasi identitas budaya dalam karya sastra distopia.</span></p>Rosita LiananingsihDiah Supatmiwati
Copyright (c) 2026 Rosita Liananingsih, Diah Supatmiwati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-032026-10-0351616910.57248/jishum.v5i1.911Analisis Teknik Penerjemahan dan Kesepadan Gaya Bahasa Novel “The Strange Library" Karya Haruki Murakami
https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/856
<p>Penelitian ini mengkaji tantangan menerjemahkan sastra surealis dalam novel The Strange Library karya Haruki Murakami, yang ditandai suasana misterius, logika mimpi nonlinier, dan diksi puitis minimalis yang dingin. Dilema penerjemah terletak pada pilihan mempertahankan keanehan estetis Murakami atau menyesuaikannya dengan norma linguistik dan keterbacaan pembaca Indonesia, karena perubahan sekecil apa pun pada diksi dan struktur kalimat berpotensi merusak efek psikologis dan emosional yang dibangun penulis. Tujuan penelitian adalah menganalisis teknik penerjemahan dan tingkat kesepadanan stilistik pada 78 segmen narasi surealis dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Secara teoritik, penelitian menggunakan taksonomi teknik penerjemahan Molina & Albir (2002) dan diintegrasikan dengan indikator kesepadanan stilistika Boase-Beier (2019) yang dioperasionalkan pada tiga aspek suasana absurd, konsistensi logika mimpi, dan kekuatan diksi dingin. Metode yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika penerjemahan. Prosedur meliputi pembacaan cermat berulang, coding terbuka dan aksial, tabulasi sejajar TSu-TSa, serta triangulasi analis untuk menjaga validitas dan reliabilitas temuan. Hasil utama Ditemukan 5 teknik dominan, yaitu harfiah 43,5%, padanan lazim 26,9%, kreasi diskursif 15,4%, reduksi 9,0%, dan amplifikasi 5,1%. Teknik harfiah dan padanan lazim paling efektif mempertahankan suasana absurd dan logika mimpi karena minim intervensi. Sebaliknya, reduksi dan amplifikasi menjadi pemicu utama ketidasepadanan, khususnya hilangnya repetisi dan nada datar yang menjadi penanda stilistika Murakami. Kesimpulannya Adalah keberhasilan reproduksi efek surealis sangat bergantung pada minimnya intervensi penerjemah. Penelitian ini berkontribusi teoretis pada kajian terjemahan sastra Jepang-Indonesia, serta praktis sebagai acuan bagi penerjemah agar efek estetis, emosional, dan psikologis Murakami tetap dialami pembaca sasaran</p>Faipprito NababanReski Ramadhani
Copyright (c) 2026 Faipprito Nababan, Reski Ramadhani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-042026-10-0451707810.57248/jishum.v5i1.856Analisis Kesepadanan Makna Leksikal Pada Frasa Novel By The Time You Read This I’ll be Dead
https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/903
<p>Penelitian ini membahas kesepadanan makna leksikal pada frasa dalam novel <em>By the Time You Read This I’ll Be Dead</em> karya Julie Anne Peters dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia oleh Hedwigis Chrisma Hapsari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemertahanan dan perubahan makna leksikal pada frasa bahasa sumber (BSu) dan bahasa sasaran (BSa) serta menganalisis hubungan perubahan tersebut dengan fungsi komunikatif berdasarkan konsep <em>Functional Equivalence</em> Nida dan Taber (1982). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik. Data berupa tujuh pasangan frasa yang dipilih dari 15 data kandidat melalui kriteria relevansi unit analisis, keberadaan pemertahanan atau perubahan makna leksikal, dan keterkaitannya dengan fungsi komunikatif dalam konteks. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis dengan membandingkan unsur makna leksikal BSu dan BSa, mengidentifikasi bentuk perubahan atau pemertahanan, serta mengevaluasi fungsi komunikatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat data (57,14%) memperlihatkan pemertahanan makna leksikal yang kuat, sedangkan tiga data (42,86%) menunjukkan kesepadanan fungsional dengan penyesuaian leksikal. Penyesuaian tersebut meliputi penyempitan makna, spesifikasi, dan adaptasi kontekstual. Temuan menunjukkan bahwa perubahan pada unsur leksikal tidak selalu menghilangkan kesepadanan fungsional selama pesan dan fungsi komunikatif yang relevan tetap dapat tersampaikan dalam konteks bahasa sasaran. Penelitian ini menegaskan bahwa analisis semantik dan <em>Functional Equivalence</em> dapat digunakan secara saling melengkapi yaitu analisis semantik menjelaskan perubahan pada tingkat makna leksikal, sedangkan <em>Functional Equivalence</em> digunakan untuk menilai pesan dan fungsi komunikatif dalam teks sasaran. Penilaian dilakukan berdasarkan hubungan makna, konteks penggunaan, dan keberlanjutan fungsi pesan pada teks sasaran tanpa menyamakan kesepadanan semantik dengan kesepadanan respons pembaca.</p>Hany Nur Azizah Kadek Putri Yamayanti
Copyright (c) 2026 Hany Nur Azizah , Kadek Putri Yamayanti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-052026-10-0551798610.57248/jishum.v5i1.903Sources of Teaching Anxiety Among Indonesian Pre-Service English Teachers during an International Internship in Thailand
https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/928
<p>English language learning in non-native English-speaking countries, such as Thailand, presents unique linguistic and cultural challenges for pre-service teachers, which often contribute to foreign language teaching anxiety (FLTA). Although FLTA has been extensively studied, most previous research has focused on teaching practices within the home country, leaving a gap in our understanding of the anxiety experienced by Indonesian pre-service teachers in an international context. This qualitative descriptive study aims to explain the factors causing the anxiety experienced by English teacher candidates at Muria Kudus University while participating in a teaching internship program in Southern Thailand, specifically at Santi Witya Serong School and the Institute of Al-Abdia. Data were collected through semi-structured interviews with six prospective teachers and supported by reflective journals in the participants’ internship reports. Data analysis was conducted using thematic analysis. The findings indicate three interrelated sources of anxiety, there are linguistic competence including insecurity about grammar, pronunciation, and in more serve cases, cognitive blocking. Anxiety related to teaching readiness stemmed from limited teaching resources, unfamiliar school regulations, classroom management, mixed-ability instruction, and the pressure of representing their university and country. The language and cultural gap were the most consistently reported source, arising from the two-way limitation in shared language between the participants and their students also from differences in classroom culture. This study concludes that teaching anxiety in international teaching placements arises from the interplay of these three sources.</p>Windi Rahma SasmitaAgung Dwi NurcahyoTitis Sulistyowati
Copyright (c) 2026 Windi Rahma Sasmita, Agung Dwi Nurcahyo, Titis Sulistyowati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-112026-10-1151879710.57248/jishum.v5i1.928Strategi Manajemen Risiko Operasional dalam Meningkatkan Efektivitas Delivery Kapal
https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/916
<p>Proses <em>delivery</em> kapal bekas dari luar negeri merupakan kegiatan operasional yang kompleks karena melibatkan aspek teknis, administratif, keselamatan, dan kepatuhan terhadap regulasi maritim. Kompleksitas tersebut meningkatkan potensi munculnya berbagai risiko operasional yang dapat memengaruhi kelancaran dan keberhasilan proses <em>delivery</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko operasional yang muncul pada setiap tahapan proses <em>delivery</em> kapal tanker MT.103 Dong Sung rute Busan–Surabaya serta mengevaluasi penerapan manajemen operasional dalam memitigasi risiko tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama proses <em>delivery</em>, wawancara semi-terstruktur dengan nakhoda, perwira kapal, <em>Designated Person Ashore</em> (DPA), surveyor BKI, dan pihak terkait lainnya, serta studi dokumentasi terhadap <em>passage plan</em>, <em>risk assessment</em>, <em>Standard Operating Procedure</em> (SOP), <em>log book</em>, dan dokumen operasional kapal. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko operasional dalam proses <em>delivery</em> kapal bekas terjadi pada seluruh tahapan, yaitu prakeberangkatan (<em>pre-departure</em>), pelayaran (<em>sea passage</em>), dan kedatangan (<em>arrival</em>). Risiko tersebut meliputi faktor lingkungan, teknis, manusia, dan manajerial. Temuan utama menunjukkan bahwa penerapan fungsi manajemen operasional melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian berperan penting dalam memitigasi risiko melalui perencanaan pelayaran, pembagian tugas, penerapan SOP, pemeliharaan preventif, dan pengawasan berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi identifikasi risiko dan fungsi manajemen operasional pada setiap tahapan <em>delivery</em> kapal bekas. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk menetapkan prioritas mitigasi berdasarkan tingkat risiko guna meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan keberhasilan proses <em>delivery</em>.</p>Menantin SitumorangAri SriantiniKuncowati
Copyright (c) 2026 Menantin Situmorang, Ari Sriantini, Kuncowati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-112026-10-11519810610.57248/jishum.v5i1.916Exploring Students’ Perceptions and Challenges in Learning Listening Through Animated Movies
https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/942
<p>This study explores students’ perceptions and challenges in learning listening through animated movies as a form of independent learning. It aims to investigate students’ perceptions of animated movies in improving listening skills, identify the challenges they encounter during listening practice, and examine the strategies they use to overcome them. A qualitative research design with a phenomenological approach was employed. Data were collected through semi-structured interviews with 10 eleventh-grade students of MA Muhammadiyah Bandar Lampung who regularly used animated movies to practice English listening outside the classroom. The data were analyzed using thematic analysis. The findings revealed that students generally held positive perceptions of using animated movies for learning listening. They found the movies enjoyable, engaging, and motivating, while also reporting improvements in understanding spoken English in context. Visual elements such as character expressions, gestures, and storylines supported listening comprehension by helping students interpret meaning despite unfamiliar vocabulary. However, students experienced challenges related to intrinsic and extraneous cognitive load. Intrinsic cognitive load mainly resulted from limited vocabulary, while extraneous cognitive load was caused by the fast speech rate of native speakers, connected speech, and rapidly disappearing subtitles. To overcome these challenges, students employed cognitive, metacognitive, and socio-affective strategies, including using subtitles, translating unfamiliar words, taking notes, replaying and pausing scenes, adjusting playback speed, and seeking assistance from peers or family members. Overall, the findings suggest that animated movies support learning listening by enhancing learner engagement, facilitating listening comprehension, and encouraging self-regulated learning</p>Anggia Yolanda SihombingIwan KurniawanMuhammad Nawawi
Copyright (c) 2026 Anggia Yolanda Sihombing, Iwan Kurniawan, Muhammad Nawawi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-112026-10-115110712210.57248/jishum.v5i1.942Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Keselamatan Pelayaran di Zona Pemanduan PT Pelabuhan Barito Kuala Mandiri
https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/915
<h1>Aktivitas pelayaran di Sungai Barito berlangsung pada alur sempit yang berinteraksi langsung dengan aktivitas masyarakat lokal, sehingga pemahaman keselamatan pelayaran menjadi isu penting di zona pemanduan PT Pelabuhan Barito Kuala Mandiri. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kendala operasional pemanduan serta menganalisis hubungan antara pemahaman keselamatan pelayaran dan kesadaran masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan <em>mixed methods</em> dengan desain <em>convergent</em>, yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif melalui kuesioner, observasi lapangan, dan wawancara terstruktur. Sebanyak 40 responden dipilih menggunakan teknik <em>convenience sampling</em>. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, korelasi Pearson, regresi linear sederhana, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS 20.0. Sementara itu, data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi temuan, dan interpretasi kendala operasional. Integrasi kedua jenis data dilakukan pada tahap interpretasi untuk menghubungkan hasil statistik dengan kondisi operasional pemanduan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data memenuhi asumsi normalitas (Sig. = 0,958) dan linearitas. Korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif berkategori sedang antara pemahaman keselamatan pelayaran dan kesadaran masyarakat (r = 0,465; Sig. = 0,003). Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 27,299 + 0,305X, dengan F = 10,456 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,216. Temuan kualitatif mengidentifikasi keterbatasan petugas pandu, kepadatan alur pelayaran, manuver tongkang yang dipengaruhi arus dan angin, serta belum adanya petugas keselamatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sebagai kendala utama. Secara terpadu, temuan menunjukkan bahwa pemahaman keselamatan berkaitan positif dengan kesadaran masyarakat, sedangkan kendala operasional dan keterbatasan komunikasi keselamatan menjadi tantangan dalam membangun perilaku pelayaran yang aman. Oleh karena itu, sosialisasi keselamatan pelayaran perlu diperkuat secara rutin, kontekstual, dan terkoordinasi.</h1>Faisal AdykaSupangatKuncowati
Copyright (c) 2026 Faisal Adyka, Supangat, Kuncowati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-122026-10-125112313210.57248/jishum.v5i1.915Analisis Tindak Tutur Ekspresif Berdasarkan Konteks Tuturan Pada Tokoh Utama dalam Film Animasi “Turning Red”
https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/892
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif serta konteks tuturan yang digunakan tokoh utama dalam film animasi <em>Turning Red.</em> Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan tokoh utama yang mengandung tindak tutur ekspresif dalam film animasi <em>Turning Red</em>. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, analisis, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindak tutur ekspresif yang dikemukakan oleh John Searle dan dikaji berdasarkan konteks tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk tindak tutur ekspresif yang digunakan tokoh utama, seperti tuturan menyalahkan, mengucapkan terima kasih, dan meminta maaf. Penggunaan tindak tutur dipengaruhi oleh konteks situasi, hubungan antar tokoh, serta kondisi emosional yang dialami tokoh utama dalam cerita. Penelitian ini menunjukkan bahwa film animasi dapat menjadi media pembelajaran pragmatik yang menarik dan relevan dalam memahami penggunaan bahasa berdasarkan konteks tuturan.</p> <p> </p>Anisha FitraNurfithri
Copyright (c) 2026 Anisha Fitra, Nurfithri
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-132026-10-135113314410.57248/jishum.v5i1.892