Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum <p><strong>Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora [</strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220909021197432"><strong>e-ISSN 2962-0120]</strong></a><strong> | DOI 10.57248] </strong>is intended to develop itself as a pioneer journal in social sciences and humanities. Starting from the year 2022, it publishes all papers in English and Indonesian. Areas relevant to the scope of the journal include Social Sciences, Education, Media and Communication studies, Law, Tourism, Arts and Culture, Linguistics, Literature and Philosophy.</p> CV Insan Kreasi Media en-US Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2962-0120 Integrasi Nilai-Nilai Toleransi dalam Media Sosial sebagai Sarana Edukasi Multikultural https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/807 <p>The development of digital technology has brought significant changes in the patterns of social interaction, particularly through the use of social media as a means of communication, information exchange, and public opinion formation. The presence of social media allows people to interact without limitations of space and time, thus accelerating the spread of information, culture, and social values ​​in a multicultural society. In the context of Indonesia, which has cultural, religious, and ethnic diversity, the value of tolerance is an important aspect in maintaining social harmony and strengthening unity. However, social media not only has a positive impact, but is also often used as a space for the emergence of intolerance, hate speech, discrimination, hoaxes, and social conflict due to the low digital literacy of the community. This study aims to examine the integration of tolerance values ​​in social media as a means of multicultural education in the digital era. The method used is a qualitative approach with a literature review. Data were obtained from various scientific sources, such as journals, books, articles, and previous research results relevant to the research topic. The results of the study indicate that social media has great potential as a medium for multicultural education through the distribution of educational content, digital campaigns, interactive discussions, and cross-cultural interactions that can increase understanding and appreciation of diversity. Furthermore, strengthening digital literacy, multicultural education, and collaboration between communities, educational institutions, governments, and social media platforms are crucial steps in creating an inclusive, safe, and tolerant digital space. With wise use, social media can be an effective tool for instilling values ​​of tolerance, empathy, and mutual respect in a multicultural society.</p> Elisa Prima Sari Rahma Talita Syahada Taat Wulandari Copyright (c) 2026 Elisa Prima Sari, Rahma Talita Syahada, Taat Wulandari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-06 2026-06-06 4 4 479 492 10.57248/jishum.v4i4.807 Analisis Strategi Penerjemahan Ekspresi Idiomatik dan Kesepadanan Makna dalam Film Set It Up https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/822 <p>This study is motivated by the importance of accurately translating idiomatic expressions in audiovisual media in order to maintain meaning equivalence between the source language and the target language. Idiomatic expressions, as forms of non-literal expressions, often create difficulties in the translation process. This study aims to analyze the translation strategies used in translating idiomatic expressions in the film <em data-start="427" data-end="438">Set It Up</em> and to evaluate the level of meaning equivalence in the translated version. The research employed a descriptive qualitative method with a content analysis approach, which included the identification, classification, and interpretation of data in the form of idiomatic expressions found in the film dialogues and their Indonesian translations. The results indicate that various translation strategies were applied, such as the use of equivalent meanings, paraphrasing, and omission in certain contexts. The level of meaning equivalence varied depending on the selected strategies and their contextual use. This study is expected to provide insight into the complexity of translating idiomatic expressions in audiovisual media and its contribution to audience comprehension.</p> Ida Husniati Misyi Gusthini Copyright (c) 2026 Ida Husniati, Misyi Gusthini https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-06 2026-06-06 4 4 493 503 10.57248/jishum.v4i4.822 Pendidikan Sebagai Agen Reformasi Sosial https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/817 <p>Penelitian ini menelaah peran pendidikan sebagai motor reformasi sosial dengan menempatkan pemikiran filosofis John Dewey sebagai kerangka utama. Dewey memandang sekolah sebagai miniatur masyarakat yang berfungsi membentuk kebiasaan, nilai, dan kesadaran kritis melalui pengalaman langsung. Perspektif ini menekankan bahwa pendidikan tidak sekadar proses transfer pengetahuan, melainkan sebuah interaksi sosial yang melibatkan partisipasi aktif peserta didik dalam kehidupan komunitas. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengkaji literatur akademik yang relevan untuk mengidentifikasi kontribusi pendidikan terhadap transformasi sosial di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa relevansi pendidikan di Indonesia terletak pada kemampuan kurikulum untuk beradaptasi dengan dinamika zaman, penguatan modal sosial, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pendidikan juga berperan sebagai wahana transmisi budaya, menjaga nilai lokal sekaligus membuka ruang akulturasi dengan unsur global. Dalam konteks modernisasi dan era digital, pendidikan dituntut untuk mengintegrasikan literasi teknologi dengan pendidikan karakter agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Selain itu, pemerataan akses pendidikan inklusif menjadi syarat penting untuk mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi sosial yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui sinergi antara kebijakan pendidikan yang inklusif, kapasitas pendidik yang adaptif, serta partisipasi aktif komunitas. Dengan demikian, pendidikan dapat berfungsi sebagai agen reformasi sosial yang adil, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia masa kini.</p> <p>&nbsp;</p> Ratna Fauziatul Istiqomah Muhammad Muchlish Huda Navilatur Rosyidah Muhammad Hasan Al-Ilyas Salam Edi Riyanto Copyright (c) 2026 Ratna Fauziatul Istiqomah , Muhammad Muchlish Huda, Navilatur Rosyidah, Muhammad Hasan Al-Ilyas, Salam Edi Riyanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-06 2026-06-06 4 4 504 514 10.57248/jishum.v4i4.817 Analisis Hubungan Resiliensi terhadap Kualitas Hidup Remaja Pemain Game Online https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/826 <p>Intensitas bermain game online yang tinggi dapat memengaruhi fungsi psikososial remaja, terutama ketika kemampuan regulasi diri, dukungan keluarga, dan orientasi masa depan belum berkembang optimal. Di Desa Kerembong, sebagian remaja usia akhir diketahui menghabiskan banyak waktu untuk bermain game, belum bekerja, dan masih bergantung pada orang tua. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas hidup dan menegaskan pentingnya resiliensi sebagai faktor protektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan resiliensi dengan kualitas hidup pada remaja pemain game online. Metode: penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan potong lintang pada 54 remaja usia 18–21 tahun di Desa Kerembong, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah. Sampel dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner resiliensi dan WHOQOL-BREF versi Indonesia, lalu dianalisis secara univariat dan korelasi Pearson setelah pengujian asumsi statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden berusia 21 tahun (37,0%) dan lulusan SMA (46,3%). Kualitas hidup responden cenderung kurang baik (53,7%), sedangkan tingkat resiliensi paling banyak berada pada kategori sedang (51,8%). Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif yang bermakna antara resiliensi dan kualitas hidup (r = 0,440; p = 0,001). Artinya, semakin baik resiliensi remaja, semakin baik pula kualitas hidup yang mereka rasakan. Resiliensi merupakan faktor penting yang berkaitan dengan kualitas hidup remaja pemain game online. Program promosi kesehatan jiwa, penguatan dukungan keluarga, serta pengembangan keterampilan koping adaptif perlu diintegrasikan dalam intervensi berbasis komunitas.</p> Rias Pratiwi Safitri Harlina Rusiana Baiq Nurul Hidayati Iin Husnia Defi Copyright (c) 2026 Harlina Rusiana, Rias Pratiwi Safitri, Baiq Nurul Hidayati, Iin Husnia Defi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-06 2026-06-06 4 4 515 520 10.57248/jishum.v4i4.826 Analisis Teknik Penerjemahan Refrensi Budaya Tionghoa dalam Takarir Indonesia Film “Over The Moon” https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/827 <p>Film Over the Moon menampilkan berbagai referensi budaya Tionghoa yang memiliki tantangan dalam proses penerjemahan, khususnya dalam takarir bahasa Indonesia. Perbedaan budaya dan bahasa menyebabkan perlunya strategi penerjemahan yang tepat agar makna budaya tetap tersampaikan kepada penonton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik penerjemahan referensi budaya Tionghoa dalam takarir bahasa Indonesia pada film Over the Moon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Data diperoleh dari dialog film dan takarir bahasa Indonesia yang kemudian dianalisis berdasarkan teknik penerjemahan Molina dan Albir yaitu borrowing, literal translation, adaptation, reduction, dan generalization. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima teknik yang digunakan dalam penerjemahan referensi budaya Tionghoa pada subtitle film <em>Over the Moon</em> yaitu borrowing, literal translation, adaptation, reduction, dan generalization. Dari total 11 data yang dianalisis, teknik generalization muncul paling dominan dengan 3 data atau 27,27%. Dominasi teknik generalization menunjukkan bahwa penerjemah cukup sering menyederhanakan istilah budaya yang dianggap kompleks atau kurang familiar bagi penonton sasaran, sehingga lebih mudah dipahami tanpa mengurangi makna utama. Keempat teknik lainnya, yaitu borrowing, literal translation, adaptation, dan reduction, masing-masing muncul sebanyak 2 kali dengan persentase yang sama, yaitu 18,18%.</p> Ziah Safitri Copyright (c) 2026 Ziah Safitri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-06 2026-06-06 4 4 521 530 10.57248/jishum.v4i4.827 Prinsip Good Faith dan Good Governance dalam Hukum Kontrak Bisnis Internasional dan Hukum Administrasi Negara https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/848 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis konvergensi prinsip <em>good faith</em> dalam hukum kontrak bisnis internasional dan prinsip <em>good governance</em> dalam hukum administrasi negara. Kajian ini penting karena hubungan hukum privat dan publik semakin menuntut adanya standar etik, transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum dalam praktik bisnis maupun penyelenggaraan pemerintahan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum yang dianalisis meliputi peraturan perundang-undangan, prinsip hukum kontrak internasional, doktrin hukum, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip <em>good faith</em> dan <em>good governance</em> memiliki kesamaan nilai dasar berupa kejujuran, keterbukaan, akuntabilitas, kepastian hukum, keadilan, dan larangan penyalahgunaan hak maupun wewenang. Dalam hukum kontrak bisnis internasional, <em>good faith</em> berfungsi menjaga keseimbangan hak dan kewajiban para pihak, mencegah perilaku oportunistik, serta memperkuat kepercayaan dalam hubungan kontraktual. Sementara itu, dalam hukum administrasi negara, <em>good governance</em> menjadi landasan penyelenggaraan pemerintahan yang baik sesuai Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB). Konvergensi kedua prinsip tersebut menunjukkan bahwa hukum privat dan hukum publik memiliki titik temu dalam membangun relasi hukum yang adil, transparan, dan berintegritas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai <em>good faith</em> dan <em>good governance</em> berkontribusi terhadap penguatan kepastian hukum, perlindungan hukum, dan tata kelola yang berkeadaban dalam hubungan hukum bisnis maupun administrasi negara.</p> Usman Munir Firzhal Arzhi Jiwantara Copyright (c) 2026 Usman Munir, Firzhal Arzhi Jiwantara https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-06 2026-06-06 4 4 531 541 10.57248/jishum.v4i4.848 Analisis Tindak Tutur Direktif dan Pesan Edukasi Keselamatan pada Kanal Youtube ‘Sheriff Labrador’ https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/831 <p>Perkembangan media digital telah menjadikan YouTube sebagai salah satu ruang belajar informal yang banyak diakses oleh anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan fungsi tindak tutur direktif serta pesan edukasi keselamatan yang disampaikan dalam segmen <em>Safety Tips</em> pada serial animasi <em>Sheriff Labrador</em>. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis, penelitian ini membedah data dialog dan subtitle dari lima episode pilihan berdasarkan kerangka teori tindak tutur direktif George Yule (1996). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat (<em>note-taking</em>). Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat jenis tindak tutur direktif yang digunakan secara terstruktur, dengan distribusi frekuensi dominan pada jenis <em>commanding</em>(memerintah) sebesar 38,5% dan <em>forbidding</em> (melarang) sebesar 30,8%. Selanjutnya, tindak tutur <em>suggesting</em>(menyarankan) ditemukan sebesar 23,1% dan <em>requesting</em> (meminta) sebesar 7,7%. Dominasi bentuk perintah langsung dan larangan keras mencerminkan karakteristik komunikasi mitigasi bahaya yang membutuhkan instruksi lugas, tegas, dan tidak ambigu bagi anak usia dini. Secara kontekstual, serial ini berhasil mentransformasikan konsep keselamatan preventif baik ancaman fisik maupun siber—menjadi panduan aplikatif yang melatih pemikiran kritis anak melalui penyampaian alasan logis dan keterlibatan peran orang tua. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya pemilihan strategi kebahasaan yang tepat dalam pembuatan konten edukasi digital guna memastikan pesan keselamatan dapat diinternalisasi dengan baik oleh penonton anak di dunia nyata.</p> Maryam Taqiyya Copyright (c) 2026 Maryam Taqiyya https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-06 2026-06-06 4 4 542 555 10.57248/jishum.v4i4.831 Hibriditas Sosiolinguistik sebagai Mekanisme Konstruksi Identitas Transnasional Komunitas Reveurs dalam Novel The Night Circus https://journal.ikmedia.id/index.php/jishum/article/view/842 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena hibriditas sosiolinguistik dan pengaruhnya terhadap perubahan identitas budaya dalam novel <em>The Night Circus</em> karya Erin Morgenstern, sebuah karya sastra yang menggambarkan mobilitas sirkus lintas negara. Dengan menggunakan kerangka teori <em>Third Space </em>dari (Bhabha, 1994), <em>Anti-Language</em> dari (Halliday, 1976), dan <em>Linguistic Prestige</em> dari (Labov, 2006), penelitian ini membedah bagaimana unsur-unsur kebahasaan digunakan untuk membangun komunitas fiktif yang eksklusif, yakni para Rêveurs. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap sepuluh data lingual dan semiotik yang signifikan dalam narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hibriditas sosiolinguistik dalam novel ini memanifestasikan diri melalui alih kode, peminjaman leksikal, penggunaan register khusus, hingga simbol visual hibrid. Praktik kebahasaan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai strategi benteng sosial yang memisahkan komunitas dari dunia luar yang dianggap umum, sekaligus menciptakan solidaritas lintas negara yang melampaui batasan negara asal penuturnya. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa bahasa memiliki peran fundamental dalam menciptakan realitas sosial baru dan identitas kolektif yang hibrid dalam sastra fantasi. </p> Anin Nur Azizah Nurfithri Copyright (c) 2026 Anin Nur Azizah, Nurfithri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-09 2026-06-09 4 4 556 570 10.57248/jishum.v4i4.842