Temporalitas Gender dalam Agroekologi Pertanian Kopi Rakyat

Studi Sosial-Ekologis di Desa Sedayu, Semaka, Tanggamus, Lampung

Authors

  • Evi Indraswati Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57248/jishum.v4i2.752

Keywords:

Agroekologi kopi, Ekologi politik feminis; relasi gender; temporalitas pertanian; pengetahuan lokal

Abstract

Pertanian kopi rakyat di Lampung berlangsung di bawah tekanan ekologis dan ekonomi yang semakin kompleks, meliputi degradasi tanah, penurunan kesuburan lahan, serta ketidakpastian harga dan akses pasar. Dalam konteks ini, agroekologi tidak semata dipraktikkan sebagai seperangkat teknik budidaya berkelanjutan, melainkan arena negosiasi sosial yang dibentuk oleh relasi gender, pengetahuan lokal, dan strategi pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran perempuan petani dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lestari Sejahtera di Desa Sedayu, Lampung, dalam membentuk, memelihara, dan mereproduksi praktik agroekologi melalui keputusan-keputusan produksi yang berakar pada pengalaman dan pembagian kerja berbasis gender sebagai keberlanjutan ekologi menjadi tujuan penelitian ini. Menggunakan perspektif ekologi politik feminis, penelitian ini mengembangkan konsep temporalitas agroekologi bergender untuk menjelaskan perbedaan orientasi waktu, risiko, dan strategi produksi antara perempuan dan laki-laki. Perempuan cenderung memprioritaskan tanaman sela berumur pendek. Sebaliknya, laki-laki lebih berorientasi pada tanaman berumur panjang. Penelitian dilakukan melalui studi kualitatif dengan pengambilan data dalam kurun waktu bulan Maret-Oktober 2025 melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok terfokus. Hasil kajian menunjukkan perempuan berperan strategis dalam pengambilan keputusan produksi melalui pengelolaan tanaman sela berumur pendek yang mendukung ketahanan pangan dan pendapatan harian rumah tangga, sementara laki-laki lebih berfokus pada tanaman berumur panjang sebagai investasi jangka panjang. Temuan ini menegaskan bahwa agroekologi merupakan praktik sosio-ekologis yang bersifat sosial-politik, dibentuk oleh relasi kuasa, pengelolaan waktu, dan pengalaman hidup berbasis gender, bukan semata pendekatan teknis pertanian.

Downloads

Published

2025-12-24

How to Cite

Indraswati, E. (2025). Temporalitas Gender dalam Agroekologi Pertanian Kopi Rakyat: Studi Sosial-Ekologis di Desa Sedayu, Semaka, Tanggamus, Lampung. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(2), 341–354. https://doi.org/10.57248/jishum.v4i2.752