Analisis Teknik Penerjemahan Refrensi Budaya Tionghoa dalam Takarir Indonesia Film “Over The Moon”

Authors

  • Ziah Safitri Universitas Terbuka

DOI:

https://doi.org/10.57248/jishum.v4i4.827

Keywords:

Over the Moon, Referensi Budaya, Teknik penerjemahan

Abstract

Film Over the Moon menampilkan berbagai referensi budaya Tionghoa yang memiliki tantangan dalam proses penerjemahan, khususnya dalam takarir bahasa Indonesia. Perbedaan budaya dan bahasa menyebabkan perlunya strategi penerjemahan yang tepat agar makna budaya tetap tersampaikan kepada penonton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik penerjemahan referensi budaya Tionghoa dalam takarir bahasa Indonesia pada film Over the Moon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Data diperoleh dari dialog film dan takarir bahasa Indonesia yang kemudian dianalisis berdasarkan teknik penerjemahan Molina dan Albir yaitu borrowing, literal translation, adaptation, reduction, dan generalization. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima teknik yang digunakan dalam penerjemahan referensi budaya Tionghoa pada subtitle film Over the Moon yaitu borrowing, literal translation, adaptation, reduction, dan generalization. Dari total 11 data yang dianalisis, teknik generalization muncul paling dominan dengan 3 data atau 27,27%. Dominasi teknik generalization menunjukkan bahwa penerjemah cukup sering menyederhanakan istilah budaya yang dianggap kompleks atau kurang familiar bagi penonton sasaran, sehingga lebih mudah dipahami tanpa mengurangi makna utama. Keempat teknik lainnya, yaitu borrowing, literal translation, adaptation, dan reduction, masing-masing muncul sebanyak 2 kali dengan persentase yang sama, yaitu 18,18%.

Downloads

Published

2026-06-06

How to Cite

Safitri, Z. (2026). Analisis Teknik Penerjemahan Refrensi Budaya Tionghoa dalam Takarir Indonesia Film “Over The Moon”. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(4), 521–530. https://doi.org/10.57248/jishum.v4i4.827