Pergeseran Makna dalam Terjemahan Lagu “Straight Edge” oleh Minor Threat
Sebuah Kajian Semiotik dan Ideologis
DOI:
https://doi.org/10.57248/jishum.v4i4.890Keywords:
Straight Edge, Pergeseran Makna, Semiotika, Subkultur Punk HardcoreAbstract
Musik punk hardcore tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bentuk penyampaian ideologi dan perlawanan sosial. Lagu “Straight Edge” karya Minor Threat pada 1981 menjadi salah satu representasi penting dari subkultur punk yang menolak alkohol, narkoba, dan perilaku destruktif. Namun, dalam proses penerjemahan ke bahasa Indonesia, terjadi pergeseran makna yang memengaruhi simbol, metafora, dan ideologi yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis pergeseran makna semiotik dalam terjemahan lagu “Straight Edge”, mengkaji dampaknya terhadap ideologi dan identitas subkultur punk hardcore, serta menelaah interaksi antara terjemahan, budaya, dan konstruksi ideologis. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Barthes, teori pergeseran terjemahan Munday, serta model encoding-decoding Hall melalui pembacaan mendalam terhadap sembilan bait lirik asli lagu Straight Edge beserta terjemahan bahasa Indonesia yang disusun dan diinterpretasikan oleh penulis sebagai teks sasaran penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar simbol konotatif mengalami reduksi menjadi makna denotatif, bahasa kasar disensor, dan metafora sosial dilemahkan sehingga pesan perlawanan berubah menjadi seruan moral individual. Proses lokalisasi budaya dan netralisasi menyebabkan identitas subkultur Straight Edge kehilangan dimensi historis dan politisnya, serta lebih mudah diterima dalam konteks kolektivis dan religius masyarakat Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa penerjemahan lagu bukan sekadar konversi bahasa, melainkan juga rekonstruksi budaya dan ideologi yang menegosiasikan makna sesuai dengan audiens sasaran serta lebih mudah diterima dalam konteks budaya Indonesia sehingga mengalami penyesuaian terhadap nilai-nilai sosial yang dominan.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dian Listiani, Afriliani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


