Modeling Teman Sebaya, Keluarga, dan Lingkungan Sosial dalam Pembentukan Perilaku Merokok Remaja Perspektif Bandura
DOI:
https://doi.org/10.57248/jishum.v5i1.886Keywords:
perilaku merokok remaja, Social Learning Theory, observational learning, self-efficacyAbstract
Perilaku merokok pada remaja masih menjadi permasalahan yang kompleks karena dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan personal yang saling berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pembentukan perilaku merokok pada remaja berdasarkan perspektif Social Learning Theory Albert Bandura melalui pengalaman hidup dan narasi remaja sebagai perokok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif untuk mengeksplorasi pengalaman informan dalam mengenal, mencoba, hingga mempertahankan perilaku merokok. Subjek penelitian terdiri atas lima remaja perokok yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku merokok pada remaja terbentuk melalui proses pembelajaran sosial yang berlangsung secara bertahap. Proses tersebut diawali dengan observational learning, yaitu pengamatan terhadap perilaku merokok yang dilakukan oleh keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sosial, yang kemudian memunculkan rasa penasaran hingga mendorong remaja mencoba merokok. Selanjutnya, proses modeling memperkuat perilaku tersebut melalui peniruan terhadap figur yang dianggap dekat dan berpengaruh, terutama teman sebaya. Motivasi merokok dipengaruhi oleh keinginan untuk diterima dalam kelompok pertemanan, keinginan terlihat lebih dewasa, serta kebiasaan yang terbentuk melalui interaksi sosial yang berulang, sedangkan self-efficacy menentukan kemampuan remaja dalam menolak maupun mempertahankan perilaku merokok. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pembentukan perilaku merokok merupakan hasil interaksi timbal balik antara faktor personal, lingkungan, dan perilaku (reciprocal determinism). Kontribusi penelitian ini terletak pada penyajian proses pembentukan perilaku merokok sebagai rangkaian pengalaman naratif remaja yang memperlihatkan keterkaitan antara observational learning, modeling, motivasi, dan self-efficacy dalam satu kerangka Social Learning Theory, sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika perilaku merokok remaja sebagai dasar pengembangan layanan bimbingan dan konseling serta program pencegahan yang lebih kontekstual.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Firyaal Adfiyah Fatin, Melina Lestari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


