Representasi Identitas Budaya dalam Penerjemahan Culture-Specific Items pada Novel 1984 Karya George Orwell
DOI:
https://doi.org/10.57248/jishum.v5i1.911Keywords:
identitas budaya, novel, penerjemahan sastra, strategi newmarkAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi identitas budaya melalui strategi penerjemahan Culture-Specific Items (CSI) dalam novel 1984 karya George Orwell beserta terjemahannya. Kajian mengenai CSI dalam karya sastra telah banyak membahas klasifikasi unsur budaya dan strategi penerjemahannya, tetapi keterkaitan antara pilihan strategi penerjemahan dan representasi identitas budaya dalam konteks distopia Orwell masih perlu dikaji secara lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan novel 1984 dan teks terjemahannya sebagai sumber data. Data dikumpulkan melalui teknik pembacaan, identifikasi, pencatatan, dan klasifikasi terhadap unsur-unsur budaya yang ditemukan dalam teks sumber dan teks sasaran. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi CSI, mengklasifikasikannya berdasarkan kategori budaya, serta menentukan strategi penerjemahan yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 228 data CSI yang diterjemahkan menggunakan 14 strategi penerjemahan. Strategi literal translation merupakan strategi yang paling dominan, dengan 64 data atau 28,07%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pilihan strategi penerjemahan tidak hanya berfungsi sebagai prosedur linguistik untuk memindahkan makna, tetapi juga berperan dalam mempertahankan, menyesuaikan, atau mengubah representasi identitas budaya dalam teks sasaran. Penelitian ini berkontribusi pada kajian penerjemahan sastra dengan memperlihatkan bagaimana strategi penerjemahan CSI dapat memengaruhi konstruksi dan representasi identitas budaya dalam karya sastra distopia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rosita Liananingsih, Diah Supatmiwati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


