Hibriditas Sosiolinguistik sebagai Mekanisme Konstruksi Identitas Transnasional Komunitas Reveurs dalam Novel The Night Circus
DOI:
https://doi.org/10.57248/jishum.v4i4.842Keywords:
hibriditas sosiolinguistik, identitas budaya, The Night CircusAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena hibriditas sosiolinguistik dan pengaruhnya terhadap perubahan identitas budaya dalam novel The Night Circus karya Erin Morgenstern, sebuah karya sastra yang menggambarkan mobilitas sirkus lintas negara. Dengan menggunakan kerangka teori Third Space dari (Bhabha, 1994), Anti-Language dari (Halliday, 1976), dan Linguistic Prestige dari (Labov, 2006), penelitian ini membedah bagaimana unsur-unsur kebahasaan digunakan untuk membangun komunitas fiktif yang eksklusif, yakni para Rêveurs. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap sepuluh data lingual dan semiotik yang signifikan dalam narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hibriditas sosiolinguistik dalam novel ini memanifestasikan diri melalui alih kode, peminjaman leksikal, penggunaan register khusus, hingga simbol visual hibrid. Praktik kebahasaan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai strategi benteng sosial yang memisahkan komunitas dari dunia luar yang dianggap umum, sekaligus menciptakan solidaritas lintas negara yang melampaui batasan negara asal penuturnya. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa bahasa memiliki peran fundamental dalam menciptakan realitas sosial baru dan identitas kolektif yang hibrid dalam sastra fantasi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anin Nur Azizah, Nurfithri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


