Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Keselamatan Pelayaran di Zona Pemanduan PT Pelabuhan Barito Kuala Mandiri
DOI:
https://doi.org/10.57248/jishum.v5i1.915Keywords:
sosialisasi keselamatan, keselamatan pelayaran, kesadaran masyarakat, pemanduan kapalAbstract
Aktivitas pelayaran di Sungai Barito berlangsung pada alur sempit yang berinteraksi langsung dengan aktivitas masyarakat lokal, sehingga pemahaman keselamatan pelayaran menjadi isu penting di zona pemanduan PT Pelabuhan Barito Kuala Mandiri. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kendala operasional pemanduan serta menganalisis hubungan antara pemahaman keselamatan pelayaran dan kesadaran masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain convergent, yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif melalui kuesioner, observasi lapangan, dan wawancara terstruktur. Sebanyak 40 responden dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, korelasi Pearson, regresi linear sederhana, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS 20.0. Sementara itu, data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi temuan, dan interpretasi kendala operasional. Integrasi kedua jenis data dilakukan pada tahap interpretasi untuk menghubungkan hasil statistik dengan kondisi operasional pemanduan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data memenuhi asumsi normalitas (Sig. = 0,958) dan linearitas. Korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif berkategori sedang antara pemahaman keselamatan pelayaran dan kesadaran masyarakat (r = 0,465; Sig. = 0,003). Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 27,299 + 0,305X, dengan F = 10,456 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,216. Temuan kualitatif mengidentifikasi keterbatasan petugas pandu, kepadatan alur pelayaran, manuver tongkang yang dipengaruhi arus dan angin, serta belum adanya petugas keselamatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sebagai kendala utama. Secara terpadu, temuan menunjukkan bahwa pemahaman keselamatan berkaitan positif dengan kesadaran masyarakat, sedangkan kendala operasional dan keterbatasan komunikasi keselamatan menjadi tantangan dalam membangun perilaku pelayaran yang aman. Oleh karena itu, sosialisasi keselamatan pelayaran perlu diperkuat secara rutin, kontekstual, dan terkoordinasi.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Faisal Adyka, Supangat, Kuncowati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


